...wa aqimmu sholla li dzikri........
Fanatik ? Ya fanatik terhadap Tuhan yang dia sembah, bukan sekedar fanatik terhadap "Label Agama" tertentu saja... tidak hanya muslim, namun juga bagi pemeluk agama lain.....
Fanatik adalah tidak hanya melalui mulut, namun yang lebih penting adalah .....inna sholati, wa nusuki...wa mahyaya..wamammati... dalam amal perbuatan, bukan amal pembicaraan...
Kefanatikan dalam islam adalah hidup hanya untuk beribadah...bukan lainnya...
...sambil berdiri, duduk dan berbaring selalu zikir.... bahkan di dalam tidurpun kalau "bisa" ya zikir...
diawal zikir, dimulai dengan munajat, penyampaian maksud dari zikir....ditengah zikir kita khusuk "tenggelam dan terbawa arus " zikir..............diujung zikir, kita munajat.."berdialog"...menyampaikan dengan "segala kerendahan diri" dan ketidak berdayaan kepada Sang Penguasa Takdir....
berapa banyak harusnya kita berzikir ? 3 kali ? 7 kali ? 99 kali? menurut Nabi SAW dalam hadist qudsi,............jika hambaKu beribadah hingga aku mencintainya, maka..ucapan, dan tindakannya adalah ucapan, tindakan Ku...(red..kurang lebih isinya seperti itu)....jadi batasan zikir kita adalah .....hingga Aku mencintainya......
bila sudah dicintai artinya Kun Fayakun ! Kita berdoa, saat itu juga terkabul!
Nggak percaya ? Lakum dinukum waliyadin..
dalam zikir "seakan-akan" kita dibawa melalui suatu "jalan" dan melewati "perhentian" demi "perhentian" hingga ke suatu "tempat" yang memang diperuntukkan untuk tempat munajat..
jauh tidaknya jalan yang kita tempuh tergantung dari maksud zikir kita, ada yang membutuhkan zikir sebentar, ada yang hingga 1 jam, bahkan ada yang hingga 40 hari... (ref Nabi Musa As)
jadi kalau kita berdoa hanya mengucapkan doa / berzikir sebanyak 3 kali setiap selesai sholat, maka silahkan hitung sendiri kapan sampainya kita di tempat yang seharusnya.......belum lagi "beratnya dosa/kesalahan" yang masih selalu kita bawa....menyebabkan perjalanan kita tidak secepat yang kita inginkan..... "kurangi beban di pos pertobatan"..kemudian lanjutkan perjalanan anda... dan jangan "beratkan" perjalanan dengan menambah "beban baru"....
sebaik-baik zikir adalah La ilaha ilallah...karena zikir tersebut adalah "kenderaan tercepat" yang akan membawa kita ke tempat perhentian yang pertama, selanjutnya akan diberikan "kendaraan" zikir lainnya guna melanjutkan sisa perjalanan yang harus ditempuh... zikir apa yang akan diberikan, tergantung dari rejeki (hak) anda masing-masing..
itu mungkin banyak aliran / tarikat / mazhab dalam Islam yang telah "ditemukan" oleh ulama jaman dulu, sebagai "rute perjalanan" menuju Tuhan....
rute tercepat ya punya Nabi Pamungkas SAW, dalam semalam dah nyampai...
selama menempuh perjalanan maka akan banyak pemandangan "yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah terdengar oleh telinga..." sehingga bila pengalaman tersebut disampaikan kepada orang lain maka reaksinya adalah antara percaya nggak percaya...... ragu-ragu.. lha wong di Al Qur'an ngga ada...
Al Qur an khan sebatas halaman depan sebuah buku, untuk membaca isinya ya harus dibaca dan dicari maknanya bukan sebatas artinya saja....
misal Alif Lam Mim, artinya ya huruf Alif, Lam dan Mim, maknanya.....ya panjaaaaang....dah beberapa bulan belum nyampai ujungnya......
zikirlah pada saat berdiri, duduk dan berbaring..... sehingga kalimat...tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku...menjadi pas.....
Selamat menikmati "perjalanan" anda!
--sambil menikmati sejuknya semilir angin laut--